Dalamkondisi seperti ini, kita akan lebih mudah memahami hakikat keagamaan. Kita akan menyadari mengapa kita diajarkan sabar, ikhlas/berserah diri, iman yang kuat kepada tuhan supaya kita mengenal-Nya. Kita tidak leluasa untuk menghindari/melawan cobaan ('siksaan') tapi kita harus dapat melewatinya, dengan cara berserah diri dan sabar.
Cobaandan bencana dapat terjadi karena banyak orang yang tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya atau di negerinya. Padahal, kemungkaran, kejahatan, dan kezaliman itu sudah di depan mata. Orang tidak acuh terhadap kondisi negerinya berpeluang untuk datangnya cobaan dan bencana. Allah SWT berfirman,
Akuditipu oleh org yg kupercayai dengan nominal 76 jt. Untungnya aku mempunyai mbl pribadi dan kujual untuk menutupi utang orang yg menipuku ( hutang atas namaku tp uangnya tdk kupakai). Aku yg dulu seorang muslim taat ( awalnya aku mualaf) akhirnya menjadi atheis. Karena cobaan yg datang bertubi tubi.
1 1 Korintus 10:13. "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.".
Agarhatimu terasa lapang kembali dari hiruk pikuk dunia yang semakin tak karuan ini, simak 13 kutipan ayat Alquran yang telah terangkum berikut. Semoga membantumu semangat lagi dalam menjalani kebaikan-kebaikan hidup. 1. Q.S. Al-Hadid : 22. " Tidak suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah
Sampaipada saat Allah Swt. menurunkan musibah yang bertubi-tubi kepadanya sebagai bagian dari cobaan sebagai hamba-Nya. Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, dan dikutip Abu Nu'aim dan Abu Ya'la, dikisahkan bahwa Ayub bersabar menghadapi ujian yang menimpanya selama kurang lebih delapan belas tahun.
Semasahidup, Nabi Ayyub As terkenal sebagai salah satu utusan
FirmanAllah Subhanahu Wa Ta'ala : "Mereka berkata: "Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang bersamu." (Nabi) Shaleh berkata: "Nasibmu adalah dari sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang diuji." (An-Naml : 47)
Jika Allah mencintai sebuah kaum maka Allah akan menguji mereka" (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 146) Kedelapan : Berhusnudzonlah kepada Allah, yakinlah bahwa dibalik ujian dan musibah yang menimpamu ada kebaikan dan hikmah. Justru jika ujian tersebut tidak datang dan jika musibah tersebut tidak menimpamu maka akan lebih
SemulaDijawab: Kenapa Allah memberi cobaan yang begitu berat kepada hambanya dengan adanya gelar Maha Pengasih? Seperti yang dialami Junko Furuta Tidak hanya 1 orang yg memiliki cobaan berat. Aku rasa hampir semua pernah merasakannya. Salah satunya aku. Aku telah melewati banyak hal yang benar2 menguji mental dan kesabaran.
pNHVb. Setiap umat manusia akan mendapat ujian berupa masalah hidup. Berdoa. Ilustrasi JAKARTA – Terkadang seorang Muslim mendekati Allah SWT saat sedang dirundung malang atau kesusahan. Saat susah, dia meningkatkan ibadahnya. Sementara ketika senang, dia menjauh dari Allah SWT. Ibadahnya pun menurun lagi. Terus begitu secara berulang-ulang. Kembali kepada Allah hanya ketika ditimpa malapetaka. Pendakwah Mesir, Mustafa Husni, memberi penjelasan soal ini. Terkadang, kata Husni, seorang Muslim tidak perlu terlalu dalam untuk memahami hikmah Allah SWT. Sebab, itu bisa memunculkan kerisauan hati yang berlebihan. "Hikmah Allah SWT akan sampai kepada seorang hamba setelah meyakini ada hikmah yang datang, dan bahwa Allah SWT tidak main-main," tuturnya. أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” Manusia sudah semestinya belajar kehilangan sesuatu lalu belajar mencukupkan diri dengan Allah SWT. Karakter dunia adalah kehilangan. Husni pun menceritakan pengalamannya ketika ditimpa musibah di dunia secara berturut-turut. Dia kemudian bertanya kepada gurunya tentang masalah tersebut sekaligus untuk meminta nasihat. "Berbagai hal dari dunia telah rusak dan mereka sirna. Biasakanlah memahami kebutuhan duniawi itu datang dan pergi, lalu Allah SWT yakinlah akan menggantinya. Katakanlah, Sesungguhnya kita ini milik Allah SWT dan kepada-Nyalah tempat kembali.’ Hal itu tidak ada kaitannya dengan murka Allah SWT. Biasakan mencukupkan dirimu kepada Allah SWT dan kembalilah kepada-Nya.” Namun, jika tidak merasa telah berbuat dosa, belajarlah untuk merasa cukup. Dengan begitu, tidak ada timbul rasa iri hati atau apa pun. Selama berzikir pagi dan sore, rasa iri tidak akan menyentuhnya. Sumber masrawy BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
- Saat badai kehidupan menghantam, kadang terpikir mengapa Allah memberi ujian yang begitu berat kepada kita. Apalagi kalau ujian itu bertubi-tubi atau beruntun datangnya membuat diri kita semakin bertanya-tanya apakah ini azab dari Allah? Baca Juga Amalan Lepas dari Hutang dan Berbagai Cobaan yang Datang Bertubi-tubi, Baca Doa Ini Mungkin cobaan dalam bentuk kebangkrutan usahanya atau mengalami PHK, kehilangan orang yang kita sayangi, kehilangan harta benda, hutang yang menumpuk, jatuh sakit dan bermacam-macam musibah yang datangnya bergantian seakan tak ada jeda barang sejenak. Baca Juga Asyiknya Pacaran Setelah Menikah Sepertinya Allah tidak adil dalam menguji seseorang. Ada yang ujiannya ringan menurut kita tapi ada juga yang diuji dengan berbagai masalah tanpa henti. Hingga akhirnya terlontar pertanyaan "Mengapa ujianku begitu berat ya Allah, padahal aku selalu taat kepadaMu?" atau sebaliknya "Apa dosaku ya Allah sehingga begitu berat ujianMu?" Baca Juga Doa dan Amalan saat Diterpa Cobaan Bertubi-tubi, Insya Allah Masalah akan Cepat Selesai Pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya tidak keluar dari lisan orang yang beriman karena Allah menguji dengan berbagai cobaan tentu ada alasannya. Yang seharusnya kita pertanyakan adalah Apakah orang yang taat pada perintah Allah tidak akan diuji? Baca Juga Keajaiban Surah Al Waqiah, Salah Satunya Dijauhkan dari Kemiskinan, Masya Allah! Firman Allah SWT "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalannya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." QS. Al-Mulk 2 Jika kita masih mempertanyakan mengapa kita diuji, ini jawabannya Terkini
DENPASAR - Ada anggapan Tuhan tidak berlaku adil terhadap umatnya. Ini biasanya diungkapkan oleh mereka yang mendapatkan musibah atau bencana. Faktor ini bisa melemahkan keyakinan keimanan kita terhadap Tuhan sehingga muncul opini Yang Maha Esa tidak ada perannya, dan tidak berlaku adil terhadap umatnya. Dalam ajaran agama Hindu khususnya karma phala, kita meyakini apa yang kita terima hari ini sesungguhnya konsekuensi daripada karma masa lampau. Namun karena ketidaksiapan yang disebabkan terlalu beratnya sebuah cobaan hidup membuat kita kadang kehilangan kendali dan pegangan. Berat sekali rasanya kehilangan sesuatu yang berhubungan dengan materi. Terlebih material adalah sesuatu yang sangat melekat betul dalam kehidupan manusia. Di sini harus ada sebuah terapi psikis. Selama ini kita dikendalikan oleh pikiran. Sekarang mulailah umum mengendalikan pikiran Anda sendiri. Tantangan, ujian, gangguan, hambatan, musibah, bencana, atau malapetaka adalah bagian dari proses materialisasi yang dialami sang roh saat memasuki badan ini. Ada penderitaan yang akan kita rasakan. Dipastikan juga kita akan mengalami dan tunduk pada hukum rwa bhineda. Yoga Sutra Pantanjali mengajari kita untuk melampaui pikiran.